Rabu, Mei 26, 2021

Pilih transaksi digital agar terhindar dari biaya ATM Link


Bank berplat merah
yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), melakukan revolusi industri perbankan dengan mengenakan biaya tambahan bertransaksi di ATM berjaringan Link. Cara ini dinilai sebagai upaya menggiring nasabah lebih memilih melakuan transaksi secara digital.

Kebijakan Himpunan Bank Negara (Himbara) mengenakan biaya untuk cek saldo, tarik tunai dan transfer di anjungan tunai mandiri (ATM) berjaringan Link, sebenarnya dibolehkan. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) sejak tahun 2015, penyelenggara layanan pembayaran/ payment service dalam hal ini bank diperbolehkan untuk menetapkan tarif antar bank (switching cost). dalam  tahun 2019 yang lalu Bank Indonesia kembali mengeluarkan PBI dengan membentuk Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang tujuannya mengurangi biaya transaksi transfer antara Bank Himbara.

Namun terhitung per 1 Juni 2021, Himbara akan menetapan peraturan dikenai biaya ketika bertransaksi di ATM berlogo Link, nampaknya akan bertentangan dengan sistim GPN, akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Kebijakan baru ini merupakan perwujudan dari revolusi industri perbankan yang tadinya sebagai perantara keuangan (financial intermediary), sekarang lambat laun berubah fungsi menjadi layanan pembayaran (financial services).

Hal ini disampaikan pengamat keuangan Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Kushdianto Setiawan. menurut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis UGM ini, “Saat ini konsumen ketika berhubungan dengan bank, motivasinya tidak lagi menyimpan uang di bank untuk mendapatkan bunga, tapi agar mendapatkan layanan.”

Menurutnya, himbara yang semula menggratiskan transaksi di ATM berjaringan Link, terhitung per satu Juni besok dikenai biaya, tujuannya mengedukasi nasabah untuk mengoptimalkan layanan digital banking. “ Saat ini bertransaksi atau transfer antar bank dengan teknologi layanan mobil banking atau internet banking lebih murah biayanya, dibandingkan transfer langsung datang ke bank atau lewat ATM.” katanya.

Bank yang tergabung dalam himbara telah banyak berinvestasi di platform digital, sehingga menghendaki nasabahnya untuk beralih menggunakan transaksi digital seperti pemanfaat mobile banking ataupun produk e-money dari bank plat merah. “ Dalam beberapa waktu terakhir bank-bank yang tergabung dalam himbara mengganti platform digitalnya, artinya investasi mereka harus segera dipakai oleh konsumennya, sehingga mengenakan biaya untuk transaksi ATM, bagian dari mengedukasi pasar agar beralih ke layanan digital.” tukasnya.

Arahnya ke depan, dalam industry keuangan penggunaan transaksi digital baik produk dari bank ataupun Financial Technology (Fintech) akan lebih sering digunakan dari pada transaksi tunai. Hal ini sesuai permintaan pasar dimana saat ini berbagai sistim pembayaran sudah familiar menggunakan produk fintech ataupun e-money dari bank. Untuk itu, bank maupun fintech berlomba-lomba untuk memperbaiki sistim dan keamanan produk tarnsaksi digitalnya dengan memberikan kelangkapan fitur untuk memermudah penyimpanan atau pembayaran keuangan.

by boimprasetyo ( memerdekakan kreativitas jauh di luar ambang batas )

Jumat, September 04, 2020

AKHIR PERJALANAN N250 GATOTKOCO

Sedih… Ya, satu kata yang mewakili jutaan perasaan rakyat Indonesia  ketika melihat prototype pesawat N250 Gatotkoco dijadikan monumen sebagai koleksi Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta. Pesawat pertama buatan utra-puri kebanggaan bangsa Indonesia  yang dipelopori presiden ke 3 RI, Bj Habibie itu, harus terhenti proyeknya lantaran badai krisi moneter, yang saat ini harus merelakan untuk teronggok di museum.

Dengan menempuh jarak 567 kilometer dari PT. Dirgantara Indonesia  menuju Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta, dengan waktu tempuh 2 hari 2 malam melalui jalur darat, akhirnya pesawat N250 tiba menjelang subuh di komplek Lanud Adisutjipto Yogyakarta pada Jum’at 21 Agustus 2020. Pesawat buatan putra bangsa terbaik almarhum BJ Habibie ini menjadi koleksi ke  60 Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Pesawat N250 Gatotkoco murni buatan bangsa Indonesia  yang dipelopori oleh presiden ke 3 Bacharuddin Jusuf Habibie. N250 salah satu pesawat canggih di zamannya yang diproduksi oleh Industry Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN di tahun 1995. Namun sangat  disayangkan, di tahun 1998 Indonesia  terhempas oleh badai krisis moneter sehingga memaksa produksi N250 dihentikan. Padahal kala itu, N250 Gatotkoco sudah mengantongi lebih dari 600 jam terbang, tinggal menunggu sertifikasi menjadi pesawat komersial.

Ruang Kabin Penumpang N250
setelah 2 dekade lebih atas gagasan panglima tni, marsekal hadi tjahyanto N250 diminta dari pt dirgantara Indonesia  untuk dijadikan monument di museum pusat dirgantara mandala yogyakarta. prototype N250 dikembalikan pada kondisi awal ketika masih bisa mengudara.



ironis memang..! pesawat kebanggan bangsa Indonesia  yang dipelopori presiden ke 3 bj habibie harus menelah pil pahit yang berakhir dibesi tuakan dalam museum.

pada rabu sore yang sangat cerah di tanggal 26 agustus 2020, prototype N250 Gatotkoco akhirnya bertengger di depan museum pusat dirgantara mandala yogyakarta sebagai koleksi ke 60 museum milik tni angkatan udara itu. pesawat kebanggaan bangsa Indonesia  itu dijadikan sebagai monument sebagai bukti kehebatan dan kecintaan anak bangsa kepada negaranya, serta kecintaan kepada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

dalam sambutanya saat meresmikan N250 menjadi monument, panglima tni marsekal hadi tjahjanto mengatakan. penempatan N250 Gatotkoco di Muspusdirla bertujuan mengabadikan buah karya terbaik anak bangsa dalam pengembangan teknologi penerbangan. Peresmian monumen sekaligus memberikan penghargaan tertinggi kepada Bacharuddin Jusuf Habibie, sebagai Bapak Teknologi Indonesia  yang telah berjasa mengharumkan nama Indonesia  melalui karyanya termasuk N250.

kokpit N250 Gatotkoco
Ruang Kokpit N250 Gatotkoco


N250 Gatotkoco merupakan pesawat civil dengan mengusung teknologi fly by wire pertama di dunia serta berbagai teknologi canggih pada masanya. Menurut  penuturan Kapten Pilot Chris Sukarjono yang menerbangkan N250 Gatotkoco pada 21 tahun silam kala itu. Burung besi yang diterbangkan pria kelahiran Bantul itu, hasil rakitan Presiden RI ke-3. Dalam mengendalikan mesin terasa lebih halus. "Jadi memang (kendali pesawat) agak berat. Tapi dari berat itu semuanya dan sistem kendali terasa lebih halus.
Kapten Pilot Chris Sukarjono 


Teknologi fly by wire memudahkan dalam mengerakkan pesawat ketimbang pesawat dengan teknologi kemudi manual. "Ini sama seperti power stering pada mobil. Gerakan pesawat lebih smooth dan terkontrol mudah. Jadi tidak perlu melakukan harmonisasi aileron (bagian sayap) seperti di pesawat dengan kemudi manual


Sementara itu, menurut Kepala Program N250, Djoko Sartono yang turut hadir dalam peresmian monument pesawat N250 pada rabu yang cerah itu, mengatakan. Dirinya merasa bangga sekaligus sedih, produksi pesawat ini harus terhenti hingga akhirnya menjadi monumen. BJ Habibie dulu bersikukuh N250 Gatotkoco harus menerapkan fly by wire dengan tiga akses. Padahal, perusahaan besar seperti Boeing mengarahkan cukup menggunakan satu akses. Alhasil, N250 menjadi pesawat tercanggih di tipe pesawat baling-baling dengan kapasitas 50 penumpang.








by boimprasetyo ( memerdekakan kreativitas jauh di luar ambang batas )

Rabu, Agustus 05, 2020

BIJAK MENGKONSUMSI DAGING KURBAN

Bijak dalam mengkonsumsi daging kurban sesuai dengan kebutuhan kalori perhari akan memberikan rasa aman bagi tubuh. Selain mengkonsumsi daging untuk pemenuhan kebutuhan protein, juga mengkonsumsi sayuran hijau dan buah segar sebagai penyeimbang dan mengurai lemak yang dihasilkan dari konsumsi daging.

konsumsi masyarakat akan daging kurban biasanya tidak terkontrol yang terkadang  sepekan setelah idul adha akan muncul berbagai penyakit atau keluhan yang membuat badan tidak kembali bugar. Bahkan bagi orang yang mempunyai penyakit tidak menular, daging kurban baik berbentuk daging sapi maupun daging kambing menjadi pantangan. Jika memenuhi prinsip diet seimbang kebutuhan protein tetap harus terpenuhi, mengkonsumsi daging kurban salah satu pemenuhan kebutuhan protein hewani.


seberapa banyak protein hewani yang harus terpenuhi dalam satu hari, menurut pendapat ahli gizi dari fakultas kedokteran kesehatan masyarakat dan keperawatan ugm yogyakarta, mirza hapsari, secara total seorang memerlukan 150 sampai 200 gram per hari. jumlah ini harus dibagi dalam 3 kali waktu makan.



dianjurkan untuk mengkonsumsi daging yang berwarna merah saja. sedangkan daging yang warna putih serta balungan atau tulang yang masih terbalut dengan sedikit daging, lebih baik dimanfaatkan untuk sumber pembuatan kaldu saja. Untuk jeroan atau isi perut hewan kurban  dianjurkan untuk tidak dikonsumsi karena berpotensi menghasilkan timbunan lemak yang memunculkan berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, kolesterol, jantung, hipertensi dan juga diabetes.

dalam proses pengolahan daging menjadi aneka masakan, jika bisa hindari penggunaan minyak atau santan yang berlebihan. Karena, daging sendiri sudah mengandung kadar lemak yang cukup tinggi. Penggunaan minyak dan santan berlebih pada pengolahan daging akan memunculkan berbagai penyakit mulai dari obesitas, kolesterol, jantung, hipertensi dan juga diabetes.

Cara paling bagus dalam mengolah daging yaitu dengan memanggang tetapi jangan diatas bara langsung. Bisa menggunakan lapisan besi atau batu sebagai penghantar panasnya. Arang dari bara api akan menimbulkan zat carcinogenic, yaitu zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada organ paru-paru.

Jika memang ingin dibuat olahan daging dengan banyak kuah, disarankan menambahkan unsur asam seperti menggunakan asam jawa, jeruk nipis ataupun nanas yang mampu mengurai lemak yang terdapat pada daging yang diolah.



by boimprasetyo ( memerdekakan kreativitas jauh di luar ambang batas )

Jumat, Mei 04, 2018

KEPUHSARI, DESA PEMBUAT WAYANG GAYA JAWA TENGAH



Wayang.. sebuah maha karya warisan budaya indonesia yang saat ini masih terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat, khususnya di tanah jawa. Salah satu jenis wayang yaitu, wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau ataupun sapi. Mulai tahun november 2003 wayang resmi diakui unesco menjadi warisan budaya dunia asli Indonesia.

Diwilayah Jawa Tengah, tepatnya di kabupaten Wonogiri terdapat sebuah desa dimana masyarakatnya masih menjaga dan melestarikan wayang kulit. Kepuhsari, desa yang berada di kecamatan Manyaran ini, selain dianugerahi tanah yang subur, juga diberikan talenta masyarakatnya pandai membuat kerajinan wayang. Di desa inilah pembuatan wayang dari hulu hingga hilir dapat ditemui. Dari pengolahan kulit kerbau untuk dijadikan bahan utama wayang, hingga penatahan dan pewarnaaan wayang yang telah jadi, yang biasanya disebut seni tatah sungging.

Sosok seorang Guno Wasito yang pertama membuat wayang kulit di desa kepuhsari pada tahun 1850. Seiring bergulirnya waktu, Mbah Guno mencoba untuk mengajarkan membuat wayang pada masyarakat kepuhsari, yang hingga saat ini, kepuhsari menjadi desa wisata sentra pembuatan wayang kulit gaya Surakarta.

Untuk membuat satu tokoh wayang memerlukan tahapan proses yang tidak mudah. Bahkan tokoh wayang dengan ukuran besar bisa memakan waktu 1 bulan lamanya. Dalam pembuatan wayang kulit harus melalui beberapa tahapan yang memerlukan ketrampilan mumpuni. Di Desa Kepuhsari sendiri, bisa ditemui orang-orang yang mumpuni dalam hal proses pembuatan wayang kulit tersebut sesuai dengan keahliannya.

Satino, warga kepuhsari yang masih setia menggeluti mengerok kulit kerbau untuk dijadikan bahan utama pembuatan wayang kulit. Cara yang digunakan mbah Satino cukup tradisional, dimana kulit kerbau akan dijemur dengan dipenteng terlebih dahulu sebelum dibersihkan bulunya. Setelah itu direndam dengan air selama semalam,  lalu dilakukan proses penjemuran lagi berulang-ulang hingga kulit dirasa bisa digunakan untuk tahap selanjutnya.





Lain Satino lain pula dengan Sarso. Dirinya menggunakan proses modern untuk membersihkan bulu dari kulit/ dengan cara dicukur menggunakan grinda.  


Namun pada masa pendahulu pembuat wayang di Desa Kepuhsari, kulit yang akan digunakan untuk membuat wayang akan dilakukan tarang. Tarang adalah proses pengasapan kulit, dimana kulit diletakkah diatas tungku yang biasa untuk masak dan proses ini bisa memakan waktu hinga lebih dari 2 tahun. Prose  tarang ini untuk menghasilkan kwalitas kulit yang baik dan tahan lama, serta tidak mudah koyak saat digerakkan. 



Setelah kulit kerbau atau sapi telah bersih dari bulu, maka proses selanjutnya menggambar tokoh wayang di media kulit tersebut untuk nantinya ditatah. Wasono, salah satu penatah wayang mumpuni yang dimiliki oleh Desa Kepuhsari. Sudah ratusan wayang kulit yang ia selesaikan untuk para dalang kondang Surakarta maupun Jawa Tengah.
Tahap awal dalam penatahan wayang, wasono akan memilih kulit yang bagus dengan teksture bening untuk dijadikan tokoh wayang yang akan dibuatnya.

Setelah itu, kulit akan digambar tokoh wayang kemudian tahap selanjutnya dilakukan penatahan. Proses penatahan inilah yang bisa dikatakan tahapan paling utama dalam proses pembuatan wayang kulit, dimana diperlukan kesabaran, ketekunan, keteltian, bahkan laku prihatin jika menginginkan hasil yang bagus. Berbagai macam ukuran tatah sesuai fungsinya akan digunakan Wasono untuk membentuk kulit menjadi sosok tokoh wayang dengan karakternya.

Langkah selanjutnya setelah terbentuk tokoh wayang maka akan dilakukan pewarnaan atau biasa disebut sungging, sesuai dengan karakter tokoh wayang. Untuk proses pewarnaan wayang memerlukan beberapa tahapan. Sebelum pewarnaan dasar, wayang diamplas terlebih dahulu untuk menghilangkan serabut, setelah itu diberikan warna dasar putih lalu warna kuning emas atau biasa disebut prodo grenjeng. Setelah pewarnaan dengan prodo grenjeng, pewarnaan 


Sebuah wayang tentunya belum bisa dimainkan oleh sang dalang jika belum lengkap dengan cempuritnya, yaitu gapit wayang yang terbuat dari tanduk kerbau. Pembuatan cempurit ini dilakukan manual dengan cara membelah tanduk kerbau menjadi 2 bagian lalu dikikir sedemikian rupa hingga terbentuk gapit yang panjangnya1 hingga 1 koma 5 meter. Di desa Kepuhsari salah satu warga yang masih setia menggeluti pembuatan cempurit ialah bapak Marso, Sukowiyono Dan Bagas.


Butuh kesabaran dan ketukunan dalam pembuatan cempurit. Tanduk kerbau yang didatangkan dari sulawesi oleh tangan-tangan trampil ini akan dibentuk menjadi lurus, lentur dan mengkilap sehingga menambah elok ketika digunakan untuk menggapit wayang.



Proses pembuatan wayang dikatan selesai jika cempurit telah menyatu dengan wayang sehingga bisa dimainkan. Dalam proses pemasangan cempurit ke badan wayang pun sekali lagi diperlukan sentuhan kesabaran. Cempurit yang terbuat dari tanduk kerbau, perlu dipanasi dengan lentera agar mudah dibengkokkan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. setelah cempurit dirasa pas dengan ukuran tokoh wayang, lalu cempurit diikat dengan benang agar dapat menyatu dengan wayang.

Tidak hanya mahir membuat wayang kulit, masyarakat Desa Kepuhsari pun piawai dalam olah seni tradisonal khususnya karawitan, waranggana dan seni pedalangan. Sosok Wulan Sri Panjang Mas seorang dalang perempuan yang dimiliki desa kepuhsari, menjadi pionir untuk melestarikan seni pedalangan kampung pembuat wayang kulit ini. Seminggu sekali dirinya mengajarkan bagaimana cara mendalang, kepada warga yang berminat mendalami seni pedalangan. 




Wayang kulit sebuah kesenian tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat jawa. Lebih dari sekadar pertunjukan, wayang kulit  bagi masyarakat jawa tempo dulu digunakan sebagai media untuk perenungan menuju roh spiritual para dewa. Saat ini pertunjukkan wayang kulit sebagai media menyampaikan pesan politik dan nasehat.