Sabtu, September 01, 2012

Manuskrip Bertanda Edisi CINTA





 
Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Sebab ini merupakan rahasia kesuksesan terbesar dalam semua usaha. Otot dapat membelah sebuah perisai dan bahkan menghancurkan sebuah kehidupan, namun hanya kekuatan cinta yang tak kasat matalah yang dapat membuka hati manusia dan hingga aku menguasai seni ini aku tidak lebih dari sekedar pedagang asongan di pasar. Aku akan menjadikan cinta sebagai senjataku yang paling hebat dan tak seorang pun yang aku datangi dapat melawan kekuatannya.

Pemikiranku boleh mereka lawan; perkataanku boleh tidak mereka percayai; pakaianku boleh tidak mereka sukai; wajahku boleh mereka tolak; dan bahkan penawaranku boleh membuat mereka curiga; namun cintaku akan melelehkan semua hati bagaikan matahari yang sinarnya melunakkan tanah liat yang paling dingin.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Dan bagaimana caraku melakukannya? Mulai saat ini aku akan melihat segala sesuatu dengan cinta dan aku akan terlahir kembali. Aku akan mencintai Sang Surya karena menghangatkan tulang-tulangku; namun aku akan mencintai hujan karena membersihkan jiwaku. Aku akan mencintai terang karena menunjukkan jalan kepadaku; namun aku akan mencintai kegelapan karena menunjukkan bintang-bintang kepadaku. Aku akan menyambut kebahagiaan karena memperluas hatiku; namun aku akan menanggung kesedihan karena membuka jiwaku. Aku akan menerima penghargaan karena mereka adalah hakku; namun aku akan menyambut rintangan karena mereka adalah tantanganku.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Dan bagaimana caraku berbicara? Aku akan memuji musuh-musuhku dan mereka akan menjadi kawan; aku akan mendukung sahabat-sahabatku dan mereka akan menjadi saudaraku. Selalu aku akan mencari alasan untuk menghargai; takkan pernah aku mencari alasan untuk bergunjing. Ketika aku tergoda untuk mengkritik, aku akan menahan lidahku; ketika aku tergerak untuk memuji aku akan berteriak dari atap-atap rumah.

Bukankah burung-burung, angin, lautan, dan seluruh jagad raya berbicara dengan kidung pujian bagi penciptanya? Tak bolehkan aku berbicara dengan anak-anaknya menggunakan kidung yang sama? Mulai sekarang aku akan mengingat rahasia ini dan hal itu akan mengubah hidupku.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Bagaimana caraku bertindak? Aku akan mencintai semua tingkah laku manusia sebab setiap tingkah laku mempunyai kualitas yang pantas dikagumi meskipun kualitas itu tersembunyi. Dengan cinta aku akan merobohkan tembok kecurigaan dan kebencian yang mereka bangun mengelilingi hati mereka dan sebagai gantinya aku akan membangun jembatan sehingga cintaku dapat memasuki jiwa mereka.

Aku akan mencintai mereka dengan ambisius karena mereka bisa memberiku inspirasi; aku akan mencintai mereka yang gagal karena mereka bisa memberiku pelajaran. Aku akan mencintai  raja-raja karena mereka hanyalah seorang manusia; aku akan mencintai mereka yang lemah karena mereka ilahi; aku akan mencintai mereka yang kaya raya karena mereka  sebenarnya kesepian; aku akan mencintai mereka yang miskin karena mereka begitu banyak. Aku akan mencintai kaum muda karena kepercayaan yang mereka pegang teguh; aku akan mencintai kaum tua karena kebijaksanaan yang mereka bagikan. Aku akan mencintai mereka yang cantik karena mata mereka penuh kesedihan; aku akan mencintai mereka yang buruk rupa karena jiwa mereka penuh kedamaian.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Tapi, bagaimana caraku bereaksi terhadap aksi dari orang lain? Dengan cinta. Sebab sama seperti cinta merupakan senjataku untuk membuka hati manusia, cinta juga merupakan perisaiku untuk menangkis panah-panah kebencian dan tombak-tombak kemarahan. Kemalangan dan keputusasaan akan terpental oleh perisai baruku dan menjadi selembut rintik hujan. Perisaikku akan melindungi aku di tengah keramaian pasar dan menopangku ketika aku sendirian. Perisaiku akan mengangkatku ketika terpuruk namun menenangkanku ketika kegembiraanku meluap-luap. Semakin sering digunakan, perisaiku akan semakin kuat dan semakin melindungi hingga suatu hari aku akan meletakkannya dan berjalan tanpa beban di antara segala jenis tingkah laku manusia dan, ketika itu terjadi, namaku akan melambung tinggi dalam piramida kehidupan.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Dan bagaimana caraku menghadapi setiap orang yang aku temui? Dengan satu cara. Tanpa bersuara dan hanya kepada diriku sendiri aku akan menyebut namanya dan berkata Aku Cinta Kepadamu. Walau terucap tanpa suara, kata-kata ini akan terpancar di mataku, menghaluskan kerutan di alisku, member senyuman di bibirku dan bergema di suaraku; dan hatinya akan terbuka. Dan siapa yang bisa berkata tidak terhadap barang-barang yang kutawarkan ketika hatinya merasakan cintaku?

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Dan di atas segalanya aku akan mencintai diriku sendiri. Sebab saat aku mencintai diriku sendiri aku akan meneliti segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuhku, pikiranku, jiwaku dan hatiku dengan cermat. Takkan pernah kumanjakan keinginan ragawiku, sebaliknya aku akan mengasihi tubuhku dengan sikap bersih dan tidak berlebihan. Takkan pernah kuizinkan pikiranku tertarik pada kejahatan dan keputusasaan, sebaliknya aku akan mengangkatnya dengan pengetahuan dan kebijaksanaan sepanjang zaman. Takkan pernah kuizinkan jiwaku untuk puas dan bangga, sebaliknya aku akan memupuknya dengan meditasi dan doa. Takkan pernah kuizinkan hatiku untuk menjadi kerdil dan pahit, sebaliknya aku akan membagi-bagikannya dan ia akan berkembang dan menghangatkan dunia.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta dalam hatiku.

Mulai saat ini aku akan mencintai semua umat manusia. mulai saat ini segala kebencian dikeluarkan dari nadiku sebab aku tak punya waktu untuk membenci, hanya untuk mencinta. Mulai saai ini aku mengambil langkah pertama yang diperlukan untuk menjadi pria diantara pria. Dengan cinta aku akan meningkatkan penjualanku seratus kali lipat dan menjadi penjual yang hebat. Bila aku tidak memiliki kualitas yang lain aku bisa berhasil hanya dengan cinta semata. Tanpa cinta aku akan gagal meski aku memiliki semua pengetahuan dan keahlian di dunia.

Aku akan menyambut hari ini dengan cinta, dan aku akan berhasil.








Kamis, Juli 05, 2012

NEGERI BEDEBAH



Negeri bedebah.
Pemimpinya membuat kebijakan yang gegabah.
Rakyatnya pada gerah.
Si miskin makin pasrah.
Yang kaya hidupnya semakin mewah.

Negeri bedebah.
Kekayaannya melimpah ruah.
Tetapi rakyatnya ga dapet jatah.
Dipaksa untu menyerah.
Diambil penguasa yang bermuka rubah.

Negeri bedebah.
Yang jujur dianggap salah.
Yang culas semakin gagah.
Korupsi dianggap hal yang lumrah.

Negeri bedebah.
Rakyatnya makan dari mengais sampah.
Hidup di negeri sendiri seperti dijajah.
Dipaksa untuk mengalah.
Hasil alam diambil para penjajah.

Negeri bedebah.
Elite politik bisanya hanya marah-marah.
Ga ada yang mau mengalah.
Apalagi kalau partainya kalah.
Bisanya hanya mengumbar sumpah serapah.

Inilah negeri bedebah.
Rakyatnya sudah lelah.
Melihat pemimpinnya pada lengah.
Semuanya menjadi tidak barokah.


by boimprasetyo

Jumat, Mei 11, 2012

KETIKA SI GILA INGIN JADI PAHLAWAN

Mungkin cukup aneh judul artikel saya kali ini. Mungkinkah orang yang gila, pura-pura gila atau biar dibilang gila bisa jadi pahlawan…?? 
Mungkin.., semuanya itu mungkin sekali.  Ya, menjadi pahlawan kesiangan…
Cerita ini sungguh-sungguh terjadi di sebuah dusun bernama kancil village yang letaknya di sebuah lembah yang diapit dua gunung kembar yang cukup gersang. Kampung kancil ini masih dalam kekuasaan kedaulatan negeri New Yorkkarto Hadiningratan. Sebuah peristiwa yang membuat banyak orang ndongkol, kebakaran jenggot, naik pitam dan sekaligus lucu bercampur dungu. Bagaimana tidak, gara-gara sebuah pompa air yang hilang sebotol air suci yang sudah dijampi-jampi kyai menjadi naik daun diminggu ke dua dibulan Mei 2012.

Sebut saja sang actor antagonis ini dengan inisial Gustur..ingat Gustur.. bukan Gus Dur lho…!!! Orang aneh ini memang cukup kontroversial dan sedikit arogan sekaligus koplak pikirannya. Akan tetapi sifat pongahnya itu rontok akibat ulahnya sendiri yang telah mencoba memainkan boomerang akan tetapi terkena tuannya sendiri. Berawal dari sebuah pompa air milik sebuah institusi pendidikan dasar yang dekat rumahnya  hilang, entah dirasuki setan dari mana dia mencetuskan ide gila sekaligus dungu..!!! Berharap ingin menjadi pahlawan dan menuruti hati yang panas karena sindiran si Gustur inipun mendatangi kediaman seorang kyai pemimpin pondok pesantren. Maksud dan tujuan Gustur ini meminta air suci yang sudah dijompa-jampi sang kyai dengn mantra dan doa agar air tawar bimsalabim berubah menjadi air saktiiii…. Mohon dibantu ya….(kata pak Tarno)

Setelah maksudnya terkabulkan lantaran tangan dingin sang kyai maka pulanglah actor antagonis kita ini. Sesampainya dirumah, berlagak polisi india Gustur mulai mencatat nama-nama anak muda kampong sebelah yang layak dicurigai sebagai pelaku kejahatan yang telah berani mengambil pompa air milik institusi pendidikan dasar yang terletak dekat rumahnya. Dasar si Gus Tur yang otaknya sedikit kopyor, tanpa sebuah penyidikan, penyelidikan dan pengintaian dengan enaknya dia membuat DPO (Daftar Pencarian Orang) ala Gus Tur. Dengan bermodalkan penerawangan otak kopyornya maka selesailah sudah 11 nama anak muda yang mau atau tidak mau harus mau minum air sakti pemberian pak kyai. Bila kesebelas anak muda ini setelah minum air sakti itu nantinya ada yang sakit maka dialah otak pelaku kejahatan pengambilan pompa air milik institusi pendidikan dasar yang dekat rumahnya. Maka dengan mudahnya pelaku kejahatan tertangkap dan si Gus Tur dapat medali emas dari ketua kampong kancil. Dan Gustur pun berubah menjadi Pahlawan Bertopeng.

Akan tetapi sebelum ide gila si Gustur ini dilancarkan, telah tercium oleh intelegen kampong sebelah, maka ramailah kampong kancil dan pesta pun dimulai. Merasa difitnah dengan ide gila Gus Tur maka para tetua kampong sebelahpun tak terima dan berencana menyelesaikan pencemaran nama baik ini secara jantan dengan si Gustur. Tidak hanya itu saja, ke 11 anak muda yang tercantum dalam DPO Gustur pun kebakaran Jenggot dan berencana akan menyelesaikan masalah pemfitnahan ini dengan cara lebih jantan lagi, jika kata-kata sudah tak lagi bisa menyelesaikan masalah maka lebih baik batu, golok, pacul yang akan berbicara, rawe-rawe rantas malang-malang sidoarjo..!!

Akibat ide konyolnya hamper saja si Gustur ini dicincang dan akan dijadikan curut panggang oleh orang sekampung. Hanya karena ingin menjadi pahlawan dikampung kancil Gustur merelakan harga dirinya dan keluarganya diinjak-injak dan terhina. Kini nama besar keluarga Gustur turun pamor bahkan discount 99,9 % akibat ulahnya. Yang masih jadi pertanyaan lalu siapakah orang-orang yang dibelakang si Gustur pahlawan kesiangan kita ini atau mungkin siapa saja orang-orang yang berhasil menjadi korban provokasi Gustur untuk mendukung ide gilanya itu. Nah.. saudara sekalian tunggu kisah selanjutnya di radio kesayangan anda..!!! yang tidak habis pikir kenapa diera saat ini masih ada ide seperti si Gustur yang sangat konyol dan dungu dengan metode air sakti. Sungguh sangat membahayakan jika pola pikir seperti si Gus Tur ini didukung oleh ponggawa-ponggawa kampong maupun beberapa anak muda lainnya yang dengan seenaknya menuduh tanpa bukti yang kuat. Smoga dikemudian hari tak akan pernah ada lagi Gustur…Gustur jilid 2 yang ingin jadi pahlawan secara instant dan konyol.

Cerita ini sungguh terjadi adanya, sedangkan nama dan tempat saya samarkan demi kehormatan pelaku dan korban. Dan bila mana ada kata-kata yang sedikit lebay / hiperbola ini hanyalah sebagai bumbu biar cerita ini sedikit hidup dan menarik.

By. Boimprasetyo
10 mei 2012
( malam jum’at kliwon 22:10 WIB )

Senin, Mei 07, 2012

.Goro-goro......


Goro-goro jaman kala bendu,
Wulangane agama ora digugu,
Sing bener dianggep kliru sing salah malah ditiru,
Bocah sekolah ora gelem sinau,
Yen dituturi malah nesu bareng ora lulus ngantemi bapak/ibu guru,
Pancen prawan saiki ayu-ayu,
Ana sing duwur tor kuru,ana sing cendek tor lemu,
Sayang sethitek senengane mung pamer pupu.
Joko saiki emang bagus-bagus,
Ono sing mancung ono sing mbangir.
Tapi sayang kerjone dadi kacung isone mung cengar-cengir.

Goro-goro….
Goro-goro jamane wis bubrah.
Manungsone dikon eling marang sing Kuoso podo wegah.
Pengene mung urip sing mewah ora ono sing podo gelem ngalah.
Jamane wis edan, jare yen ora edan ora kedumanan.
Paitan edan sing penting tenar.
Wong jujur malah ajur, wong culiko malah dadi penguoso.

Goro-goro….
Bumine wis kewalik.
Menungsone disenggol sithik langsung mendelik.
Goro-goro mbelani lemah sethitik, karo sedulur podo plirak-plirik.
Yen diteruske malah uncal-uncalan badik.
Manungsone dikon tobat malah podo lungo klepat.
Dikon neng rumah ibadah saurane “wegah”.
Dikon prehatin malah nggawe isin.
anggere melek malah podo keplek.
Duite’ sak umbuk malah podo dienggo mabuk.
Tontonan malah didhadeke’ tuntunan.
Sing halal digawe samar, sing samar digawe halal, sing haram malah piye carane men iso halal.

Goro-goro…
Okeh bocah wedok koyo lanang, wong lanange malah podo bengesan.
Sing lanang podo nganggo anting-antingan, sing wadon podo tatoan.
Lanang podo lanang ambung-ambungan, sing podo wadone’ malah nikahan.
Akeh anak takon bopo-biyunge.
Akeh biyung podo mbuwang anake.
Pengene penak ora gelem ngrekoso,
Bareng uwis kepenak malah podo ditinggal lungo.

Goro-goro…
Ndonyone soyo parah, menungsane podo ora nggenah.
Rakyate dikon ngalah men pemimpine entuk jatah.
Kursi siji dibelani ngasi mati, ora wedi karo azabpe’ Gusti.
Hukume biso dituku, yen ora gelem hakim karo polisine diatungi palu.
Aparate soyo bejat, rakyate tambah mlarat.
Penguasane dadi konglomerat, wong cilik uripe tambah sekarat.

goro-goro…
Donya iki wis tuo, jebul uakeh manungso tambah ora toto.
Lanang-wadon ora isin podo udo, padahal didelok wong sak ndonyo.
Jarene uwis dadi trend lanang-wedok ora klamben.
Demi pergaulan wong wedok wani ora kotangan.
Wedi dicurigai porno aksi, golek amane nekat nikah siri.

Donyane anteng, manungsane akeh sing podo nggreneng.
Akeh bocah gadis urung nikah wis podo meteng.
Donyane dengkur, manungsane kenakan ngombe anggur.
Padahal statuse isih podo nganggur.
Donyane merem, manungsane ora leren anggone dugem.
Rakyate mlarat penguasane malah merem.

Donyane panas, manungsane soyo ganas.
Akhlaqe’ uwis koyo kewan ning alas, sopo wae sing ngalangi mesti kudu dilibas.
Ora wedi yen ning akherat mengko dibalas.
Saiki wektune donyane ngolet, ee…. la kok manungsane podo kegencet.
Kon golek duit sing halal malah podo ngepet.
Donyane obah, akeh manungsane podo bubrah. Donyane kewalik, la kok akeh manungso mati mendelik.

Iki uwis titi wancine goro-goro….
Salah sawijineng tondo menowo iki wis neng akhire jaman.
Bakal akeh leloro, musibah lan lelayu ning sakjerone negoro.
Manungso sak dermo wayang.
Manut marang obahing sang dalang.
Datan ngerti kapan mesti mlebu kotak.
Peteng ndedet tan ono rewang.
Mulo soko iku, ayo podo tobat.
Tobat kang sakbener benere tobat